Prinsip dan Jenis Laporan Keuangan Koperasi di Indonesia - Melek Pembukuan

Prinsip dan Jenis Laporan Keuangan Koperasi di Indonesia



Prinsip-dan-Jenis-Laporan-Keuangan-Koperasi-di-Indonesia
Prinsip dan Jenis Laporan Keuangan Koperasi di Indonesia
 
 

Prinsip dan Jenis Laporan Keuangan Koperasi di Indonesia

 
Kata Koperasi bersumber dari sebuah kata coopere (latin) co-operation yang berarti kerja sama. Koperasi adalah badan usaha yang terdiri dari anggota dan setiap anggota mendapat tugas dan tanggung jawab yang berbeda, serta mempunyai prinsip koperasi yang berdasarkan atas ekonomi rakyat sesuai dengan asas kekeluargaan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992. Lalu, apa saja laporan keuangan koperasi di Indonesia?

Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 25 Tahun 1992 dan UU No. 12 Tahun 1967.
1. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
2. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
3. Kemandirian.
4. Pemberian balas jasa terbatas pada modal.
5. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha setiap anggota.

Dalam menjalankan koperasi, Anda juga harus membuat laporan keuangan untuk mengetahui kondisi keuangan koperasi. Berikut adalah beberapa laporan yang harus dibuat sebuah koperasi.
 

1. Laporan Keuangan Koperasi

Neraca (Balance Sheet) 

neraca


Menurut Partomo, neraca adalah laporan keuangan yang berupa ringkasan harta (aset), kewajiban (liabilities), dan modal sendiri (equity) pada suatu periode tertentu. Neraca terdiri dari tiga bagian utama.

a. Aktiva

Harta lancar yang terdiri dari uang kas dan aktiva lainnya yang dapat dicairkan. atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumsikan dalam periode berikutnya (paling lama 1 tahun). Yang termasuk aktiva lancar adalah kas, surat berharga yang mudah dijualbelikan, piutang dagang, piutang wesel, persediaan barang, dan lain sebagainya.
Harta tidak lancar yang mempunyai masa penggunaan relatif panjang. tidak akan habis dipakai dalam suatu siklus operasi perusahaan (1 tahun) dan tidak dapat segera dijadikan kas. Yang termasuk dalam aktiva tidak lancar adalah investasi jangka panjang, aktiva tetap, aktiva tidak berwujud, beban yang ditangguhkan, dan aktiva lain-lain.

b. Utang

Semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, di mana utang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor. Utang dibedakan menjadi utang jangka panjang dan utang jangka pendek (utang lancar).

c. Modal

Hak atau bagian yang dimiliki pemilik perusahaan yang ditunjukan dalam pos modal (saham modal), surplus, dan laba yang ditahan. Atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh utang-utangnya.

2. Laporan Laba Rugi

Laporan-Laba-Rugi

Laporan keuangan yang menggambarkan secara sistematis tentang pendapatan dan operasional selama periode tertentu.

a. Pendapatan operasional.

b. Beban operasional.

c. Pendapatan atau beban non-operasional.

d. Sisa Hasil Usaha.

Mengingat tidak adanya kepemilikan tunggal dan adanya kolektivitas pendanaan yang ada dalam koperasi. maka mau tidak mau masalah keuangan akan menjadi sangat sensitif. dan butuh penanganan yang sangat hati-hati, baik dalam pengelolaan maupun pelaporannya.

Apakah koperasi anda menginginkan adanya laporan keuangan untuk membaca perkembangan koperasi, apakah pemasukan yang diperoleh dan pengeluaran yang dikeluarkan telah sesuai dengan transaksi yang terjadi didalam koperasi, maka FR Consultant Indonesia siap membantu anda dalam menyiapkan laporan keuangan koperasi.



0 Response to "Prinsip dan Jenis Laporan Keuangan Koperasi di Indonesia "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel